Apakah Arti kebencian?
Kebencian merupakan sebuah emosi
yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, permusuhan, atau antipati
untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan
sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya.
Dalam ilmu psikologi, Dr. Sigmund
Freud mendefinisikan benci sebagai pernyataan ego (keakuan) yang ingin
menghancurkan sumber-sumber ketidak bahagiaannya.
Definisi benci yang lebih baru
menurut Penguin Dictionary of Psychology (Wikipedia) adalah
“emosi yang dalam dan bertahan kuat, yang mengekspresikan permusuhan dan kemarahan terhadap seseorang, kelompok, atau objek tertentu”.
“emosi yang dalam dan bertahan kuat, yang mengekspresikan permusuhan dan kemarahan terhadap seseorang, kelompok, atau objek tertentu”.
Gangguan Otak
Kepribadian agresif dan penuh
kebencian melibatkan gangguan struktur dan gangguan otak yang disebabkan oleh
obat. Berdasarkan sejumlah eksprimen yang dilakukan di dalam laboratorium hewan
diketahui bahwa stimulasi terhadap sejumlah pusat di otak dapat menghasilkan
kemarahan yang intens dan tak kunjung padam (Adams dkk,1993).Memang,beberapa
orang yang terbukti memiliki kecenderungan untuk berang dan menaruh kebencian
yang hebat ditemukan memiliki struktur otak yang abnormal serta cedera pada dan
dekat hipotalamus dan amigdala (lobus temporal).
Gangguan otak biasanya
diasosiasikan dengan kemarahan mendadak dan tidak terkontrol alih-alih dengan
rencana untuk membunuh jutaan orang yang dilakukan secara dingin, penuh
perhitungan dan perencanaan.
Berbagai studi yang
menggunakan positron emission tomography (PET) scan
memperlihatkan bahwa orang dengan kepadatan dari reseptor dopamin yang rendah
(reseptor-reseptor D2) yang terletak diarea basal ganglia dari otak, cenderung
memiliki kepribadian yang menjaga jarak dan dingin (Farde,Gustavsson,Josson,1997).
Dopamin,sebuah neurotransmiter (pembawa pesan kimiawi) penting berkaitan dengan
suasana hati (mood) dan berbagai defiseinsi neurotransmiter sebagian ditentukan
secara genetis (Hendricks dkk,2003)
Bisnis Kebencian:
Menurut saya, di era modern seperti ini, banyak
sekali yang mengatasnamakan agama untuk alasan memusnahkan suatu kaum, ras atau
bahkan agama lain. Contohnya saja yang baru saja terjadi akhir-akhir ini serangan
teroris di paris, yang dilakukan oleh ISIS. Namun bagi sebagian orang, ini
merupakan bisnis yang menguntungkan. karena perang adalah ladang bisnis yang
besar dan menguntungkan. Dengan adanya
peperangan, mereka (Teroris) membutuhkan senjata dan bom, sedangkan bagi mereka
(yang melakukan bisnis kebencian) bisa
mencari untung dengan cara menjual senjata yang bisa di gunakan untuk perang.
padahal dalam Islam tidak mengajarkan kekerasan tapi kasih sayang dengan mencintai dan
berbagi kepada sesama terutama pada kaum yang kurang mampu (al anfal ayat 41)
وَاعْلَمُوا
أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ
لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى
وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ
كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى
عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ
الْتَقَى الْجَمْعَانِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ
قَدِيرٌ (٤١
Terjemah Surat Al Anfaal
Ayat 41"Ketahuilah, sesungguhnya segala
yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka
seperlima untuk Allah, rasul, kerabat rasul, anak yatim, orang miskin dan
ibnussabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang
Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu pada hari bertemunya dua
pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar