Minggu, 13 Desember 2015

Berbuat kebaikan dalam sesama

Islam memerintahkan segala sesuatu yang bisa ditunaikan oleh seseorang kepada orang lain berupa kebaikan apapun, misalnya mengajarkan ilmu, menganjurkan berbuat kebaikan, menyambung silaturrahmi, berbuat baik kepada kedua orang tua, mendamaikan perseteruan, memberi nasehat dan sebagainya.

Allah SWT berfirman :
"Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran."
(QS. An-Nahl: 90). 

Dalam ayat tersebut, Allah SWT memerintahkan berbuat adil dalam melaksanakan isi Alquran yang menjelaskan segala aspek kehidupan manusia, serta berbuat ihsan (keutamaan). Adil berarti mewujudkan kesamaan dan keseimbangan di antara hak dan kewajiban mereka. Hak asasi mereka tidaklah boleh dikurangi disebabkan adanya kewajiban atas mereka.

(H.R Bukhari dari Abu Hurairah)
                Allah SWT memerintahkan pula dalam ayat ini untuk memberikan sedekah kepada kerabat untuk kebutuhan mereka. Bersedekah kepada kerabat sebenarnya sudah termasuk dalam pengakuan berbuat adil dan keutamaan (ihsan). Namun disebutkan secara khusus untuk memberikan pengertian bahwa urusan memberikan bantuan pertolongan kepada kerabat hendaklah diperhatikan dan diutamakan.

Minggu, 29 November 2015

bisnis kebencian

Apakah Arti kebencian?
Kebencian merupakan sebuah emosi yang sangat kuat dan melambangkan ketidaksukaan, permusuhan, atau antipati untuk seseorang, sebuah hal, barang, atau fenomena. Hal ini juga merupakan sebuah keinginan untuk, menghindari, menghancurkan atau menghilangkannya.               
Dalam ilmu psikologi, Dr. Sigmund Freud mendefinisikan benci sebagai pernyataan ego (keakuan) yang ingin menghancurkan sumber-sumber ketidak bahagiaannya.
Definisi benci yang lebih baru menurut Penguin Dictionary of Psychology (Wikipedia) adalah
“emosi yang dalam dan bertahan kuat, yang mengekspresikan permusuhan dan kemarahan terhadap seseorang, kelompok, atau objek tertentu”.

Gangguan Otak
Kepribadian agresif dan penuh kebencian melibatkan gangguan struktur dan gangguan otak yang disebabkan oleh obat. Berdasarkan sejumlah eksprimen yang dilakukan di dalam laboratorium hewan diketahui bahwa stimulasi terhadap sejumlah pusat di otak dapat menghasilkan kemarahan yang intens dan tak kunjung padam (Adams dkk,1993).Memang,beberapa orang yang terbukti memiliki kecenderungan untuk berang dan menaruh kebencian yang hebat ditemukan memiliki struktur otak yang abnormal serta cedera pada dan dekat hipotalamus dan amigdala (lobus temporal).
Gangguan otak biasanya diasosiasikan dengan kemarahan mendadak dan tidak terkontrol alih-alih dengan rencana untuk membunuh jutaan orang yang dilakukan secara dingin, penuh perhitungan dan perencanaan.
Berbagai studi yang menggunakan positron emission tomography (PET) scan memperlihatkan bahwa orang dengan kepadatan dari reseptor dopamin yang rendah (reseptor-reseptor D2) yang terletak diarea basal ganglia dari otak, cenderung memiliki kepribadian yang menjaga jarak dan dingin (Farde,Gustavsson,Josson,1997). Dopamin,sebuah neurotransmiter (pembawa pesan kimiawi) penting berkaitan dengan suasana hati (mood) dan berbagai defiseinsi neurotransmiter sebagian ditentukan secara genetis (Hendricks dkk,2003)

Bisnis Kebencian:

Menurut saya, di era modern seperti ini, banyak sekali yang mengatasnamakan agama untuk alasan memusnahkan suatu kaum, ras atau bahkan agama lain. Contohnya saja yang baru saja terjadi akhir-akhir ini serangan teroris di paris, yang dilakukan oleh ISIS. Namun bagi sebagian orang, ini merupakan bisnis yang menguntungkan. karena perang adalah ladang bisnis yang besar dan menguntungkan.  Dengan adanya peperangan, mereka (Teroris) membutuhkan senjata dan bom, sedangkan bagi mereka (yang melakukan bisnis kebencian)  bisa mencari untung dengan cara menjual senjata yang bisa di gunakan untuk perang. 

padahal dalam Islam tidak mengajarkan kekerasan tapi kasih sayang dengan mencintai dan berbagi kepada sesama terutama pada kaum yang kurang mampu (al anfal ayat 41)

وَاعْلَمُوا أَنَّمَا غَنِمْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ إِنْ كُنْتُمْ آمَنْتُمْ بِاللَّهِ وَمَا أَنْزَلْنَا عَلَى عَبْدِنَا يَوْمَ الْفُرْقَانِ يَوْمَ الْتَقَى الْجَمْعَانِ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (٤١

Terjemah Surat Al Anfaal Ayat 41"Ketahuilah, sesungguhnya segala yang kamu peroleh sebagai rampasan perang, maka seperlima untuk Allah, rasul, kerabat rasul, anak yatim, orang miskin dan ibnussabil, (demikian) jika kamu beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad) di hari Furqaan, yaitu pada hari bertemunya dua pasukan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."

Jumat, 23 Oktober 2015

Imanku Mendamaikan Dunia

Kata Islam terambil dari kata ‘salama’ yang berarti selamat dan juga‘silm dan salam’ yang bermakna damai secara jelas menegaskan bahwa karakter dasar dari ajaran Islam adalah menyebarkan perdamaian.

Yang diharapkan Islam adalah adanya persamaan derajat diantara manusia. Tidak ada perbedaan antara satu golongan dengan golongan lain, semua memiliki hak dan kewajiban yang sama. Kaya, miskin, pejabat, pegawai, perbedaan kulit, etnis dan bahasa bukanlah alasan untuk mengistimewakan kelompok atas kelompok yang lain.

Hal lain yang juga tak kalah pentingnya adalah persoalan kebebasan. Dalam hal ini Islam menjunjung tinggi kebebasan, terbukti dengan tidak adanya paksaan bagi siapa saja yang beragama, setiap orang bebas menentukan pilihannya. Dengan adanya kebebasan tersebut diharapkan tidak ada yang merasa terkekang hingga berujung pada munculnya kebencian.


“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam). Sesungguhnya telah jelas jalan yang benar dari pada yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus, dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” QS. 2:256

Islam juga menyeru kepada umat manusia untuk hidup rukun saling tolong menolong dalam melakukan perbuatan mulia dan mengajak mereka untuk saling bahu membahu menumpas kedzaliman di muka bumi ini, dengan harapan kehidupan yang damai dan sejahtera dapat terwujud. 

Allah berfirman dalam surat Al Maidah:2,

ۘ وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَىٰ ۖ وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
 yang artinya:
Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertaqwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksaNya.


Solidaritas sosial juga ditekankan oleh agama mulia ini untuk ditanamkan kepada setiap individu dalam masyarakat, agar dapat memposisikan manusia pada tempatnya serta dapat mengentaskan kefakiran, kebodohan dan kehidupan tang tidak menentu. Maka Islam mewajibkan kepada orang yang mampu untuk menyisihkan hartanya guna diberikan kepada mereka yang membutuhkan.

Jadi menurut saya, Islam merupakan agama yang benar-benar mencintai perdamaian. dibuktikan dari kata 'Islam' yang berarti selamat atau damai. Dan tidak hanya itu, islam juga mengajarkan untuk saling tolong menolong antar umat manusia, tanpa memandang ras, suku, ataupun agama.